Semua orang pasti punya mimpi, kan?
Sejak kecil kita sudah bermimpi. Mimpi yang menemani kita setiap malam (atau mungkin tidak :3).
Tapi mimpi yang kumaksud lebih ke arah cita-cita, apa yang ingin kita lakukan untuk menghidupi diri kita.
Dulu, saat di TK, masa dimana aku masih imut-imutnya, aku ingin jadi guru. Sosok guru yang membimbingku saat itu amat menyilaukan. Bagiku saat itu, jadi guru adalah tujuan yang mulia dan sangat tepat.
Waktu berlalu, aku semakin dewasa.
Begitu aku naik tingkat jadi murid SD, mimpiku berubah. Aku ingin jadi pembisnis. Melihat ayahku dan kolega-koleganya yang sukses mendorongku untuk menjadi pembisnis dan mencari segala kemungkinan yang ada.
Lalu, warna rokku berubah dari merah menjadi biru, dan tanpa kusadari keinginanku berubah. Hoby menggambarku mendorongku untuk menjadi designer. Dunia fashion saat itu terlihat berkilauan di mataku.
Tapi, seiring bertambahnya umur, aku semakin menyadari sulitnya dunia di luar sana. Aku sadar sesuatu yang dulu bagiku 'pasti bisa', berubah jadi 'mungkin', dan 'tidak bisa'. Aku mulai takut untuk mengambil langkah. Aku melihat banyak temanku begitu yakin akan pilihan masa depan mereka. Sedangkan aku? Aku masih terombang-ambing, tidak yakin akan masa depanku.
Sekarang, aku hanya bisa berusaha sebaikku untuk mendalami apa yang kusuka, dan semoga, saat waktunya tiba nanti aku sudah siap memutuskan.
No comments:
Post a Comment