Seberapa sering kita berpikir bahwa kita tidak bisa?
Berapa kali orang lain meragukan kita?
Seberapa sering pendapat orang lain mempengaruhi kita?
Jawabanku untuk pertanyaan-pertanyaan di atas adalah : Sangat Sering!
Tapi, video ini seperti menyadarkan aku kalau aku berpikir seperti itu karena aku tidak percaya.
Aku harap video ini bisa memotivasi semua yang membaca post ini, seperti video ini juga memotivasiku :)
Best motivational video ever for creative people and startups..
Fey
Tuesday, August 12, 2014
This Girl - Nikki Flores
Hey hey
There's a girl livin' in this town
She's got her head up in the sky
But her feet are on the ground
There's a girl livin on my street
She knows outside her little world
Somehow ends are gonna meet
And when the road gets kinda rough
She keeps one thing in mind
The longest journey always starts with one step at a time
And this girl's seen a lot of pain
But this girl's gonna smile again
She knows that a flower grows every time it rains
And this girl's got a lot of dreams
She knows that tomorrow's ain't what it seems
She might not solve a mystery tonight
But this girl's gonna be alright
There's a girl walkin' in these shoes
And she knows that everything she's got is all she's got to lose
There's a dream right behind these eyes
And she finds a reason to be strong
With every tear she dries
Tryin' hard to fight the way things are
So she leaves her world behind
When the sound of doubt is turned up so loud
She turns the music up inside
And this girl's seen a lot of pain
But this girl's gonna smile again
She knows that a flower grows every time it rains
(Every time it rains)
And this girl's got a lot of dreams
She knows that tomorrow's ain't what it seems
She might not solve a mystery tonight
(No no no no)
But this girl's gonna be alright
Alright, oh no no, hmmm
She knows there's so much she's never seen
But time will allow her to find out what it means
Nooo
And this girl's seen a lot of pain
But this girl's gonna smile again
(Gonna smile again)
She knows that a flower grows every time it rains
(Every time it rains)
And this girl's got a lot of dreams
She knows that tomorrow's ain't what it seems
(No no no no)
She might not solve a mystery tonight
But this girl's gonna be alright
Alright, alright
But this girl's gonna be alright
She's gonna be alright
There's a girl livin' in this town
She's got her head up in the sky
But her feet are on the ground
There's a girl livin on my street
She knows outside her little world
Somehow ends are gonna meet
And when the road gets kinda rough
She keeps one thing in mind
The longest journey always starts with one step at a time
And this girl's seen a lot of pain
But this girl's gonna smile again
She knows that a flower grows every time it rains
And this girl's got a lot of dreams
She knows that tomorrow's ain't what it seems
She might not solve a mystery tonight
But this girl's gonna be alright
There's a girl walkin' in these shoes
And she knows that everything she's got is all she's got to lose
There's a dream right behind these eyes
And she finds a reason to be strong
With every tear she dries
Tryin' hard to fight the way things are
So she leaves her world behind
When the sound of doubt is turned up so loud
She turns the music up inside
And this girl's seen a lot of pain
But this girl's gonna smile again
She knows that a flower grows every time it rains
(Every time it rains)
And this girl's got a lot of dreams
She knows that tomorrow's ain't what it seems
She might not solve a mystery tonight
(No no no no)
But this girl's gonna be alright
Alright, oh no no, hmmm
She knows there's so much she's never seen
But time will allow her to find out what it means
Nooo
And this girl's seen a lot of pain
But this girl's gonna smile again
(Gonna smile again)
She knows that a flower grows every time it rains
(Every time it rains)
And this girl's got a lot of dreams
She knows that tomorrow's ain't what it seems
(No no no no)
She might not solve a mystery tonight
But this girl's gonna be alright
Alright, alright
But this girl's gonna be alright
She's gonna be alright
Wednesday, June 11, 2014
Future Unsure
Semua orang pasti punya mimpi, kan?
Sejak kecil kita sudah bermimpi. Mimpi yang menemani kita setiap malam (atau mungkin tidak :3).
Tapi mimpi yang kumaksud lebih ke arah cita-cita, apa yang ingin kita lakukan untuk menghidupi diri kita.
Dulu, saat di TK, masa dimana aku masih imut-imutnya, aku ingin jadi guru. Sosok guru yang membimbingku saat itu amat menyilaukan. Bagiku saat itu, jadi guru adalah tujuan yang mulia dan sangat tepat.
Waktu berlalu, aku semakin dewasa.
Begitu aku naik tingkat jadi murid SD, mimpiku berubah. Aku ingin jadi pembisnis. Melihat ayahku dan kolega-koleganya yang sukses mendorongku untuk menjadi pembisnis dan mencari segala kemungkinan yang ada.
Lalu, warna rokku berubah dari merah menjadi biru, dan tanpa kusadari keinginanku berubah. Hoby menggambarku mendorongku untuk menjadi designer. Dunia fashion saat itu terlihat berkilauan di mataku.
Tapi, seiring bertambahnya umur, aku semakin menyadari sulitnya dunia di luar sana. Aku sadar sesuatu yang dulu bagiku 'pasti bisa', berubah jadi 'mungkin', dan 'tidak bisa'. Aku mulai takut untuk mengambil langkah. Aku melihat banyak temanku begitu yakin akan pilihan masa depan mereka. Sedangkan aku? Aku masih terombang-ambing, tidak yakin akan masa depanku.
Sekarang, aku hanya bisa berusaha sebaikku untuk mendalami apa yang kusuka, dan semoga, saat waktunya tiba nanti aku sudah siap memutuskan.
Sejak kecil kita sudah bermimpi. Mimpi yang menemani kita setiap malam (atau mungkin tidak :3).
Tapi mimpi yang kumaksud lebih ke arah cita-cita, apa yang ingin kita lakukan untuk menghidupi diri kita.
Dulu, saat di TK, masa dimana aku masih imut-imutnya, aku ingin jadi guru. Sosok guru yang membimbingku saat itu amat menyilaukan. Bagiku saat itu, jadi guru adalah tujuan yang mulia dan sangat tepat.
Waktu berlalu, aku semakin dewasa.
Begitu aku naik tingkat jadi murid SD, mimpiku berubah. Aku ingin jadi pembisnis. Melihat ayahku dan kolega-koleganya yang sukses mendorongku untuk menjadi pembisnis dan mencari segala kemungkinan yang ada.
Lalu, warna rokku berubah dari merah menjadi biru, dan tanpa kusadari keinginanku berubah. Hoby menggambarku mendorongku untuk menjadi designer. Dunia fashion saat itu terlihat berkilauan di mataku.
Tapi, seiring bertambahnya umur, aku semakin menyadari sulitnya dunia di luar sana. Aku sadar sesuatu yang dulu bagiku 'pasti bisa', berubah jadi 'mungkin', dan 'tidak bisa'. Aku mulai takut untuk mengambil langkah. Aku melihat banyak temanku begitu yakin akan pilihan masa depan mereka. Sedangkan aku? Aku masih terombang-ambing, tidak yakin akan masa depanku.
Sekarang, aku hanya bisa berusaha sebaikku untuk mendalami apa yang kusuka, dan semoga, saat waktunya tiba nanti aku sudah siap memutuskan.
Monday, June 9, 2014
Death
Kita semua pasti pernah mengalami apa yang namanya 'kehilangan'. Entah kehilangan barang, kunci, ingatan, tapi saat ini bukan kehilangan macam itu yang mau kubicarakan, melainkan kehilangan seseorang yang berarti dalam hidup kita karena kematian.
Kemarin aku membaca novel "Dia, Tanpa Aku" karya Esti Kinasih. Hari ini aku membaca komik-komik lamaku, salah satunya adalah "Sky" karya Mizutani Ai dan Chaco. Kedua buku itu berisi kisah dimana ada seorang yang meninggal di dalamnya. Entah ini suatu kebetulan atau tidak, hari ini pula sahabatku bercerita tentang masalahnya dan betapa tertekannya dia, sampai-sampai ia berkata berkali-kali bahwa ia ingin mati.
Saat itulah aku berpikir. Kemana orang-orang yang mati pergi?
Aku penganut agama Kristen Protestan dan aku percaya akan Tuhan, juga surga dan neraka. Di satu sisi aku percaya bahwa orang yang meninggal akan pergi, entah ke surga atau neraka, di sisi lain aku ragu akan hal itu.
Apakah orang-orang yang telah pergi juga merasa kehilangan? Apakah mereka bisa melihat kita dari atas sana? Apakah mereka akan terlahir kembali ataukah tidak? Apakah mereka akan hilang begitu saja?
Tidak ada yang tahu pasti. Banyak kepercayaan dan teori yang mengatakan tentang kematian, tapi tidak ada yang tahu pasti, bukan? Aku pun tidak tahu mengenai hal itu, orang yang telah meninggalpun tidak ada yang kembali dan menceritakan pengalaman kematiannya. Jadi, apa kematian itu?
Kemarin aku membaca novel "Dia, Tanpa Aku" karya Esti Kinasih. Hari ini aku membaca komik-komik lamaku, salah satunya adalah "Sky" karya Mizutani Ai dan Chaco. Kedua buku itu berisi kisah dimana ada seorang yang meninggal di dalamnya. Entah ini suatu kebetulan atau tidak, hari ini pula sahabatku bercerita tentang masalahnya dan betapa tertekannya dia, sampai-sampai ia berkata berkali-kali bahwa ia ingin mati.
Saat itulah aku berpikir. Kemana orang-orang yang mati pergi?
Aku penganut agama Kristen Protestan dan aku percaya akan Tuhan, juga surga dan neraka. Di satu sisi aku percaya bahwa orang yang meninggal akan pergi, entah ke surga atau neraka, di sisi lain aku ragu akan hal itu.
Apakah orang-orang yang telah pergi juga merasa kehilangan? Apakah mereka bisa melihat kita dari atas sana? Apakah mereka akan terlahir kembali ataukah tidak? Apakah mereka akan hilang begitu saja?
Tidak ada yang tahu pasti. Banyak kepercayaan dan teori yang mengatakan tentang kematian, tapi tidak ada yang tahu pasti, bukan? Aku pun tidak tahu mengenai hal itu, orang yang telah meninggalpun tidak ada yang kembali dan menceritakan pengalaman kematiannya. Jadi, apa kematian itu?
Amerika?
Amerika. Apa yang kalian pikirkan saat kalian mendengar 'amerika'?
Artis hollywood? Kota-kota keren di film? Penyanyi super beken?
Dulu mungkin aku berpikir begitu, tapi sekarang saat mendengar 'amerika', yang muncul di otakku adalah nama sahabatku (LSV) yang sekarang sekolah dan mungkin akan menetap di sana.
'Wow', 'keren', 'hebat', 'asyik, ya'.
Perkataan-perkataan itu mungkin muncul saat mendengar kalau dia mau ke amerika. Tapi sekarang, rasanya sulit. Mungkin memang selama ini kami juga sulit bertemu dikarenakan rumah kami berjauhan, tapi masih bisa bertemu, kan? Sekarang? Rasanya jadi semakin sulit. Bayangkan, bagaimana caranya aku mau mengunjunginya? Biayanya, man!!
Sekarang, tiap ada masalah, aku tidak bisa menghiburnya langsung. Dan dikarenakan handphone-ku yang tidak terlalu canggih ini, kami hanya bisa bertukar pesan dan voicenote. Rasanya nyesek gitu, lho.
Aku, LSV, dan sahabatku satu lagi (NB) selalu bertiga. Yang paling gak akur itu aku dan LSV, kami paling sering bertengkar, bahkan kami pernah perang bisu selama hampir 1 tahun. Aku akui, aku tidak selalu sependapat dengannya, kadang sikapnya bikin aku sebel dan emosi, tapi dia sahabatku, aku sayang dia tentunya.
Aku cuma bisa mendukung dan menghibur dia lewat hape. Mungkin nanti, begitu tahun ajaran baru sudah dimulai aku tidak bisa selalu ada untuk dia, tapi aku akan selalu berharap yang terbaik buatnya. :)
Best friends never apart, maybe in distance, but never at heart
Artis hollywood? Kota-kota keren di film? Penyanyi super beken?
Dulu mungkin aku berpikir begitu, tapi sekarang saat mendengar 'amerika', yang muncul di otakku adalah nama sahabatku (LSV) yang sekarang sekolah dan mungkin akan menetap di sana.
'Wow', 'keren', 'hebat', 'asyik, ya'.
Perkataan-perkataan itu mungkin muncul saat mendengar kalau dia mau ke amerika. Tapi sekarang, rasanya sulit. Mungkin memang selama ini kami juga sulit bertemu dikarenakan rumah kami berjauhan, tapi masih bisa bertemu, kan? Sekarang? Rasanya jadi semakin sulit. Bayangkan, bagaimana caranya aku mau mengunjunginya? Biayanya, man!!
Sekarang, tiap ada masalah, aku tidak bisa menghiburnya langsung. Dan dikarenakan handphone-ku yang tidak terlalu canggih ini, kami hanya bisa bertukar pesan dan voicenote. Rasanya nyesek gitu, lho.
Aku, LSV, dan sahabatku satu lagi (NB) selalu bertiga. Yang paling gak akur itu aku dan LSV, kami paling sering bertengkar, bahkan kami pernah perang bisu selama hampir 1 tahun. Aku akui, aku tidak selalu sependapat dengannya, kadang sikapnya bikin aku sebel dan emosi, tapi dia sahabatku, aku sayang dia tentunya.
Aku cuma bisa mendukung dan menghibur dia lewat hape. Mungkin nanti, begitu tahun ajaran baru sudah dimulai aku tidak bisa selalu ada untuk dia, tapi aku akan selalu berharap yang terbaik buatnya. :)
Best friends never apart, maybe in distance, but never at heart
Sunday, June 8, 2014
Sia-Sia Namun Berarti
Oke, gak sampai 1 jam, aku sudah ngepost lagi. Kalian tahu apa yang terjadi??
Di saat aku sedang serius-seriusnya mengetik post permintaan maaf dari lubuk hatiku yang terdalam, di saat aku mengetik tanda titik terakhir di post ku, dia (sahabatku di post sebelumnya) sudah memaafkanku.
Jadi, apa guna post ku sebelumnya?? :o
Oke, mungkin post ku sia-sia, namun itu berarti, karena itu berisi isi hatiku yang tulus kan? :) kalian setuju?
Jadi, mungkin post ini terkesan tidak penting, tapi aku akan memberikan kalian nasihat ala Fey. Bertengkar itu merusak kesehatan. ._. Oke? Sekian, terima kasih.
Post Pembawa Celaka
Mungkin banyak dari kalian berpikir, apa maksud dari judul di atas.
Sesungguhnya, aku gak akan berpikir seperti itu, kalau tidak ada kejadian yang menimpaku baru-baru ini.
Siapa sangka, hanya karena perasaan yang kutuang dalam blog, seorang sahabatku marah padaku.
Jujur, apa yang kutulis di blog itu merupakan hasil dari emosi sesaat yang bahkan gak kupikirkan ulang, dan itu malah membuat temanku salah paham dan marah padaku.
Sekarang ini, aku meminjam media ini untuk mengatakan kepada sahabatku bahwa aku minta maaf. Karena emosi sesaat pula, maka post itu kuhapus. Banyak tindakan bodoh yang kulakukan, tentunya aku menyesal, tapi post itu sudah tidak bisa kukembalikan lagi. Kalau hal itu membuatmu marah, aku minta maaf. Mungkin aku terkesan bagaimana gitu, karena cuma meminta maaf saja, tapi jujur, cuma ini yang bisa kulakukan.
I'm really sorry if that hurts you, I didn't mean it, and once again, I'm sorry.
Sesungguhnya, aku gak akan berpikir seperti itu, kalau tidak ada kejadian yang menimpaku baru-baru ini.
Siapa sangka, hanya karena perasaan yang kutuang dalam blog, seorang sahabatku marah padaku.
Jujur, apa yang kutulis di blog itu merupakan hasil dari emosi sesaat yang bahkan gak kupikirkan ulang, dan itu malah membuat temanku salah paham dan marah padaku.
Sekarang ini, aku meminjam media ini untuk mengatakan kepada sahabatku bahwa aku minta maaf. Karena emosi sesaat pula, maka post itu kuhapus. Banyak tindakan bodoh yang kulakukan, tentunya aku menyesal, tapi post itu sudah tidak bisa kukembalikan lagi. Kalau hal itu membuatmu marah, aku minta maaf. Mungkin aku terkesan bagaimana gitu, karena cuma meminta maaf saja, tapi jujur, cuma ini yang bisa kulakukan.
I'm really sorry if that hurts you, I didn't mean it, and once again, I'm sorry.
Labels:
best friend,
complicated,
mind,
mistake,
problem,
sorry
Subscribe to:
Posts (Atom)