Tuesday, August 12, 2014

Belief

Seberapa sering kita berpikir bahwa kita tidak bisa?
Berapa kali orang lain meragukan kita?
Seberapa sering pendapat orang lain mempengaruhi kita?

Jawabanku untuk pertanyaan-pertanyaan di atas adalah : Sangat Sering!

Tapi, video ini seperti menyadarkan aku kalau aku berpikir seperti itu karena aku tidak percaya.
Aku harap video ini bisa memotivasi semua yang membaca post ini, seperti video ini juga memotivasiku :)

Best motivational video ever for creative people and startups..

This Girl - Nikki Flores

Hey hey
There's a girl livin' in this town
She's got her head up in the sky
But her feet are on the ground
There's a girl livin on my street
She knows outside her little world
Somehow ends are gonna meet
And when the road gets kinda rough
She keeps one thing in mind
The longest journey always starts with one step at a time

And this girl's seen a lot of pain
But this girl's gonna smile again
She knows that a flower grows every time it rains
And this girl's got a lot of dreams
She knows that tomorrow's ain't what it seems
She might not solve a mystery tonight
But this girl's gonna be alright

There's a girl walkin' in these shoes
And she knows that everything she's got is all she's got to lose
There's a dream right behind these eyes
And she finds a reason to be strong
With every tear she dries
Tryin' hard to fight the way things are
So she leaves her world behind
When the sound of doubt is turned up so loud
She turns the music up inside

And this girl's seen a lot of pain
But this girl's gonna smile again
She knows that a flower grows every time it rains
(Every time it rains)
And this girl's got a lot of dreams
She knows that tomorrow's ain't what it seems
She might not solve a mystery tonight
(No no no no)
But this girl's gonna be alright

Alright, oh no no, hmmm

She knows there's so much she's never seen
But time will allow her to find out what it means

Nooo

And this girl's seen a lot of pain
But this girl's gonna smile again
(Gonna smile again)
She knows that a flower grows every time it rains
(Every time it rains)
And this girl's got a lot of dreams
She knows that tomorrow's ain't what it seems
(No no no no)
She might not solve a mystery tonight
But this girl's gonna be alright

Alright, alright
But this girl's gonna be alright
She's gonna be alright

Wednesday, June 11, 2014

Future Unsure

Semua orang pasti punya mimpi, kan?
Sejak kecil kita sudah bermimpi. Mimpi yang menemani kita setiap malam (atau mungkin tidak :3).
Tapi mimpi yang kumaksud lebih ke arah cita-cita, apa yang ingin kita lakukan untuk menghidupi diri kita.

Dulu, saat di TK, masa dimana aku masih imut-imutnya, aku ingin jadi guru. Sosok guru yang membimbingku saat itu amat menyilaukan. Bagiku saat itu, jadi guru adalah tujuan yang mulia dan sangat tepat.

Waktu berlalu, aku semakin dewasa.
Begitu aku naik tingkat jadi murid SD, mimpiku berubah. Aku ingin jadi pembisnis. Melihat ayahku dan kolega-koleganya yang sukses mendorongku untuk menjadi pembisnis dan mencari segala kemungkinan yang ada.

Lalu, warna rokku berubah dari merah menjadi biru, dan tanpa kusadari keinginanku berubah. Hoby menggambarku mendorongku untuk menjadi designer. Dunia fashion saat itu terlihat berkilauan di mataku.

Tapi, seiring bertambahnya umur, aku semakin menyadari sulitnya dunia di luar sana. Aku sadar sesuatu yang dulu bagiku 'pasti bisa', berubah jadi 'mungkin', dan 'tidak bisa'. Aku mulai takut untuk mengambil langkah. Aku melihat banyak temanku begitu yakin akan pilihan masa depan mereka. Sedangkan aku? Aku masih terombang-ambing, tidak yakin akan masa depanku.

Sekarang, aku hanya bisa berusaha sebaikku untuk mendalami apa yang kusuka, dan semoga, saat waktunya tiba nanti aku sudah siap memutuskan.

Monday, June 9, 2014

Death

 Kita semua pasti pernah mengalami apa yang namanya 'kehilangan'. Entah kehilangan barang, kunci, ingatan, tapi saat ini bukan kehilangan macam itu yang mau kubicarakan, melainkan kehilangan seseorang yang berarti dalam hidup kita karena kematian.

Kemarin aku membaca novel "Dia, Tanpa Aku" karya Esti Kinasih. Hari ini aku membaca komik-komik lamaku, salah satunya adalah "Sky" karya Mizutani Ai dan Chaco. Kedua buku itu berisi kisah dimana ada seorang yang meninggal di dalamnya. Entah ini suatu kebetulan atau tidak, hari ini pula sahabatku bercerita tentang masalahnya dan betapa tertekannya dia, sampai-sampai ia berkata berkali-kali bahwa ia ingin mati.

Saat itulah aku berpikir. Kemana orang-orang yang mati pergi?
Aku penganut agama Kristen Protestan dan aku percaya akan Tuhan, juga surga dan neraka. Di satu sisi aku percaya bahwa orang yang meninggal akan pergi, entah ke surga atau neraka, di sisi lain aku ragu akan hal itu.

Apakah orang-orang yang telah pergi juga merasa kehilangan? Apakah mereka bisa melihat kita dari atas sana? Apakah mereka akan terlahir kembali ataukah tidak? Apakah mereka akan hilang begitu saja?

Tidak ada yang tahu pasti. Banyak kepercayaan dan teori yang mengatakan tentang kematian, tapi tidak ada yang tahu pasti, bukan? Aku pun tidak tahu mengenai hal itu, orang yang telah meninggalpun tidak ada yang kembali dan menceritakan pengalaman kematiannya. Jadi, apa kematian itu?

Amerika?

 Amerika. Apa yang kalian pikirkan saat kalian mendengar 'amerika'?
Artis hollywood? Kota-kota keren di film? Penyanyi super beken?
Dulu mungkin aku berpikir begitu, tapi sekarang saat mendengar 'amerika', yang muncul di otakku adalah nama sahabatku (LSV) yang sekarang sekolah dan mungkin akan menetap di sana.

'Wow', 'keren', 'hebat', 'asyik, ya'.
Perkataan-perkataan itu mungkin muncul saat mendengar kalau dia mau ke amerika. Tapi sekarang, rasanya sulit. Mungkin memang selama ini kami juga sulit bertemu dikarenakan rumah kami berjauhan, tapi masih bisa bertemu, kan? Sekarang? Rasanya jadi semakin sulit. Bayangkan, bagaimana caranya aku mau mengunjunginya? Biayanya, man!!

Sekarang, tiap ada masalah, aku tidak bisa menghiburnya langsung. Dan dikarenakan handphone-ku yang tidak terlalu canggih ini, kami hanya bisa bertukar pesan dan voicenote. Rasanya nyesek gitu, lho.

Aku, LSV, dan sahabatku satu lagi (NB) selalu bertiga. Yang paling gak akur itu aku dan LSV, kami paling sering bertengkar, bahkan kami pernah perang bisu selama hampir 1 tahun. Aku akui, aku tidak selalu sependapat dengannya, kadang sikapnya bikin aku sebel dan emosi, tapi dia sahabatku, aku sayang dia tentunya.

Aku cuma bisa mendukung dan menghibur dia lewat hape. Mungkin nanti, begitu tahun ajaran baru sudah dimulai aku tidak bisa selalu ada untuk dia, tapi aku akan selalu berharap yang terbaik buatnya. :)

Best friends never apart, maybe in distance, but never at heart

Sunday, June 8, 2014

Sia-Sia Namun Berarti


Oke, gak sampai 1 jam, aku sudah ngepost lagi. Kalian tahu apa yang terjadi??

Di saat aku sedang serius-seriusnya mengetik post permintaan maaf dari lubuk hatiku yang terdalam, di saat aku mengetik tanda titik terakhir di post ku, dia (sahabatku di post sebelumnya) sudah memaafkanku.

Jadi, apa guna post ku sebelumnya?? :o
Oke, mungkin post ku sia-sia, namun itu berarti, karena itu berisi isi hatiku yang tulus kan? :) kalian setuju?

Jadi, mungkin post ini terkesan tidak penting, tapi aku akan memberikan kalian nasihat ala Fey. Bertengkar itu merusak kesehatan. ._. Oke? Sekian, terima kasih.

Post Pembawa Celaka

Mungkin banyak dari kalian berpikir, apa maksud dari judul di atas.
Sesungguhnya, aku gak akan berpikir seperti itu, kalau tidak ada kejadian yang menimpaku baru-baru ini.

Siapa sangka, hanya karena perasaan yang kutuang dalam blog, seorang sahabatku marah padaku.
Jujur, apa yang kutulis di blog itu merupakan hasil dari emosi sesaat yang bahkan gak kupikirkan ulang, dan itu malah membuat temanku salah paham dan marah padaku.

Sekarang ini, aku meminjam media ini untuk mengatakan kepada sahabatku bahwa aku minta maaf. Karena emosi sesaat pula, maka post itu kuhapus. Banyak tindakan bodoh yang kulakukan, tentunya aku menyesal, tapi post itu sudah tidak bisa kukembalikan lagi. Kalau hal itu membuatmu marah, aku minta maaf. Mungkin aku terkesan bagaimana gitu, karena cuma meminta maaf saja, tapi jujur, cuma ini yang bisa kulakukan.

I'm really sorry if that hurts you, I didn't mean it, and once again, I'm sorry.

What I Wanna Do if I Have a Lover

What I want to do if I have a lover, maybe some of you know this. This is a title from korean song, but now I'm not going to review about this song, but I wanna tell you about what I wanna do if I have a lover.
First thing first, I wanna go to amusement park with him.
Then, I wanna have a couple things with him.
Third, I wanna talk to him until I sleep
Hm..maybe just that, but really, I don't mind if I can't do that, because if I have a lover, I would love to do anything together with him (just for positive things of course).
Maybe some of you think that it sounds like I never have a lover before, yet I have 2 ex-lovers. But really, in fact, even if I already had a lover before, I never go to a proper date, and my relationship itself, I can't say it as dating, because I went backstreet and I never really had anything like other couple did.

Status

Suatu ketika saat aku sedang asyik-asyiknya melihat status-status konyol di facebook aku melihat satu status yang membuatku kepikiran sampai sekarang.
Isinya itu semacam mengatakan kalau cewek yang punya banyak mantan pacar itu cewek gak bener, gitu.

Nah, yang muncul di otakku pertama kali : Banyak kan relatif, ya. Banyaknya berapa ini maksudnya?
Yang kedua : Susah, nih. Nanti gak pernah pacaran dibilang gak laku, tapi kalau sudah punya mantan dibilang gak bener.
Tapiiii, gak bisa dipungkiri kalau memang banyak orang berpikir demikian, aku gak bilang kalau aku berpikir gitu juga, berhubung aku pernah pacaran dan putus juga.

Tapi kenapa bisa gitu? Pernah gak kalian pikir, kenapa cowok yang punya banyak mantan dibilang hebat, tapi cewek yang punya banyak mantan disebut gak bener. Kenapa cowok yang pernah berhubungan sex dianggap *apa ya?* berpengalaman (mungkin), tapi kalau cewek dianggapnya pelacur (eiits..ini bukan berarti aku menyetujui free sex yaa^^).

Jujur, pertanyaan ini muncul saat aku menonton film korea "Emergency Man and Woman" (promosi nih^^), dan langsung terjawab juga. Di film itu ada cewek yang mempertanyakan hal itu dan salah satu tokoh cowoknya menjawab : "Cewek itu ibarat gembok dan cowok itu kuncinya. Saat satu gembok bisa dibuka dengan banyak kunci, gembok itu kehilangan fungsinya, tapi kalau satu kunci bisa membuka banyak gembok, kunci itu akan dianggap sangat berguna"

Bener juga ya. Setuju. :) Tapii, tetap aja, kita memulai hubungan dengan harapan hubungan itu bisa berlangsung sampai dewasa nanti, tapi jika di tengah jalan ada hal yang tidak cocok dan tidak bisa kita terima, tentunya kita pisah dong ya. Lalu kita akan memulai hubungan lagi, dengan harapan yang sama. Tentunya agak mustahil kalau kita berharap memulai satu hubungan yang akan terus berlanjut sampai maut memisahkan, kan?

Cinta

Cinta. Kita semua pasti ngakunya pernah jatuh cinta. .. ada yang gak pernah? Kalau gitu suka, deh (bukan ke benda, tapi manusia). Ada juga yang gak pernah jatuh cinta dan suka? kalau gitu ngefans, mengagumi, atau apalah itu. Kalau gak pernah juga, anda perlu dipertanyakan. :)

Saat kita sudah berhubungan dengan kata ini, pastilah kita jadi bego, bodoh, tolol, bolot, lemot, dan teman-temannya itu. Kenapa kira-kira? Wah, aku juga gak tahu, berhubung aku juga jadi seperti itu kalau sudah menyentuh kata "tertarik", "suka", apalagi "cinta".

Kadang kita tahu kalau suatu hubungan itu gak akan berhasil, tapi kita tetap memaksakannya. Kita berharap kisah-kisah di novel, komik, dan film itu akan terjadi dalam hidup kita. Kita berharap, memimpikan kisah-kisah itu. Kadang hal itu bagus, bisa juga bodoh. Kenyataannya, film, novel, komik itu dibuat manusia, sama seperti kita. Tapi sebenarnya, kalau kita mau berjuang, kenapa nggak? :)

Tapi kadang, ada hal yang bahkan kita perjuangkan sekeras apapun tetap gak akan berhasil. Kenapa bisa? Mana kutahu, aku juga ingin tahu alasannya.

Jadi, sebenarnya apa tujuanku menulis post ini? Ya gak ada, aku cuma ingin mengeluarkan isi pikiranku aja. Pikiranku ruwet, geje, campur aduk, dan perlu dituangkan supaya aku bisa memikirkan hal lain, jadi, kutuang di sini. :3

Sunday, May 4, 2014

New Generation

Remaja itu menurutku gak akan lepas dari apa yang mananya romansa (cieh bahasanya XD). Suka itu biasa. Cinta (monyet) itu normal. Pacaran itu sudah jadi hal umum. Tapi masalahnya sekarang kaum muda sekarang menganggap segalanya serba enteng. Bukan berarti aku menyuruh supaya semua hal harus dianggap sebagai hal yang berat. Bukan!

Kadang kala bagus juga menganggap enteng sesuatu, kadang pun aku seperti itu, contohnya, waktu di sekolah aku tidak sengaja melewati guru 'killer' kesayanganku dengan baju keluar dari sarangnya, seharusnya itu hal besar, nama baikku bisa rusak gara-gara baju seragamku yang bandelnya gak ketulungan ini, tapi toh aku cuek saja, masa bodoh bahasanya.

Yang kumaksud adalah soal PACARAN. Remaja jaman sekarang kadang suka menganggap enteng dan biasa apa yang mereka lakukan. Aku sendiri remaja jaman sekarang, tapi maaf saja, aku masih mempedulikan etika dan moral. Aku sudah melihat (belum dan gak akan mengalami :3) kasus pacaran yang bagiku gak benar.

Saat aku masih SMP (di saat aku masih lugu dan unyu-unyunya :3), di kelasku ada 3 pasang couple (agak nge"inggris" sedikit :3). Waktu itu guru pelajarannya gak masuk, jadilah kelas ramai, ada yang tidur, main, ngobrol, ketawa-ketawa gak jelas, dan lainnya. Aku sendiri saat itu sedang bermain bersama 3 temanku. Tapi apa yang dilakukan 3 couple ini? Mereka duduk berpasang-pasangan di lajur paling ujung untuk pacaran 'bisu'. Maksudnya pacaran bisu adalah, pacaran dimana mereka hanya saling memandang, berpegangan, dan lainnya tanpa ngomong (menurut kamusku). Gak papa sih, aku gak sirik juga, tapi masalahnya gayanya itu lho. Yang satu cuma pegangan tangan sambil saling memandang (oke, bisa diterima). Yang satunya sedang tidur di pundak si cowok (lho, ini SMP lho). Yang satu lagi aku lupa, yang pasti lebih parah.

Saat SMA. Gak usah panjang lebar, ya. Pokoknya aku sudah menemukan 2 pasangan yang sedang pacaran di pojokan perpus, dan salah satunya bahkan sampai berpelukan di sana. Lalu, aku juga pernah melihat si cowok didatangi si cewek, lalu si cewek memeluk si cowok, di perpustakaan! Di tengah-tengah lautan manusia! (lho? ini film korea ato apa ya?)

Nah, inilah. Aku gak tahu apa pikiranku terlalu 'tua' atau gimana, yang pasti aku gak setuju dengan cara pacaran kayak begini. Pacaran itu proses untuk saling mengenal supaya bisa diteruskan ke jenjang yang lebih tinggi. Bukan buat mesra-mesraan. Nanti kalau si tersangka diingatkan jawabannya "cuma gitu aja lho". Ini yang gak bener. Apa jadinya kalau semakin maju jaman, para remaja muda ini menganggap semua serba biasa. Awalnya pelukan itu biasa, nanti ciuman itu biasa, lalu raba-raba'an itu biasa, merambah ke seks itu biasa, nanti sampai hamil pun bisa jadi biasa! Nanti kalau hamil jawabannya berubah dari "cuma gitu aja lho", jadi "bisa aborsi aja lho".

Kacau, kan? Entah darimana mereka terinspirasi gaya pacaran seperti itu. Pantas aja sekarang banyak perceraian. Gimana enggak? Saat pacaran dibuat untuk bermesra-mesraan sampai muntah, lalu saat sudah nikah baru ketahuan pribadinya gimana. Salah, dong! Pacaran untuk saling mengenal lebih dalam, bukan berarti tidak boleh bermesraan, tapi ciptakan batas.

Ini Indonesia, bukan Amerika. Kalau kalian mau gaya pacaran ala sana, silahkan pindah negara.


*post ini hanya seruan hati terdalam dari seorang cewek tanpa ada maksud untuk menghina :3

Saturday, April 5, 2014

Fearless

Hei, kalian tahu, ini bukan blog pertamaku, aku punya banyak blog yang akhirnya terbengkalai, ada juga yang kuhapus, padahal blog itu sudah berisi cukup banyak tulisanku.

Pertanyaanya sekarang adalah "kenapa?".

Kenapa aku membuang semua blog itu? kenapa aku membuang semua tulisanku?

Mungkin jawabannya adalah "takut".

Aku takut, kalau ada orang yang membaca blogku, mereka akan menghinaku. Aku takut, blog buatanku gak akan sebagus blog buatan orang lain. Aku takut akan banyak hal, dan aku baru menyadarinya sekarang.

Hari ini aku menonton film "Struck by Lightning", mungkin ada yang tahu film ini, mungkin juga ada yang gak tahu. Aku pun sebenarnya gak terlalu mengerti film itu, karena aku mulai menonton saat di tengah cerita, tapi ada satu hal yang aku mengerti. Si tokoh utama (aku bahkan gak tahu namanya), merupakan orang ambisius yang ingin mencapai tujuannya, yang ternyata tidak tercapai, tapi pada akhirnya dia mengerti, bahwa tujuannya sudah tercapai dan dia merasa bahagia. Tapi, bukan tokoh utamanya yang ingin kubahas di sini, tapi kata-katanya, "Selama ini aku selalu menunggu kehidupanku untuk dimulai", kalau tidak salah seperti itu.

Kata-kata itu seperti menyadarkan aku. Selama ini aku selalu merasa kehidupanku belum dimulai, aku selalu berpikir kalau jalanku belum kutemukan dan aku selalu merasa bahwa pastilah nanti kehidupanku akan dimulai dengan sendirinya dan jalanku akan muncul begitu saja. Di saat yang sama aku juga menyadari sesuatu. Bagaimana mungkin kehidupan dimulai kalau aku tidak mau keluar dari rumah, membuka pintu, dan memulai langkah pertamaku? Dan bagaimana mungkin jalanku akan muncul kalau aku gak mencarinya atau bahkan membuat jalan itu? Selama ini aku selalu takut untuk memulai sesuatu. Takut akan kegagalan, takut dipersalahkan, takut akan pendapat orang lain, takut dibandingkan. Tapi sekarang aku sadar. Tidak mungkin ada kesuksesan tanpa kegagalan, tidak mungkin semua orang akan sependapat dengan apa yang kita lakukan, tidak mungkin kita bisa berkembang tanpa pendapat orang lain, dan semua hal memiliki keistimewaannya sendiri. Tidak ada orang yang tidak membandingkan sesuatu. Bahkan kita sendiri pun pasti membandingkan yang lain, contohnya antara KFC dan McD, artis indonesia dan barat, bahkan diri kita sendiri dengan orang lain pun kita bandingkan, tapi sekarang bukan bagaimana kita membuat diri kita sama seperti orang lain agar tidak dibandingkan, tetapi bagaimana kita menonjolkan keistimewaan kita dan menyadari kalau tidak ada yang sama di dunia ini.

Takut itu tanda bahwa kita ini manusia, tapi ketakutan bisa menutup jalan kita menuju segala kemungkinan.
Mulai sekarang aku akan berusaha untuk melawan ketakutan ini, aku akan memulai langkah pertamaku, dan aku akan membangun jalanku. :)


“Too many people are thinking of security instead of opportunity. They seem to be more afraid of life than death.” -James F. Bymes