Wednesday, June 11, 2014

Future Unsure

Semua orang pasti punya mimpi, kan?
Sejak kecil kita sudah bermimpi. Mimpi yang menemani kita setiap malam (atau mungkin tidak :3).
Tapi mimpi yang kumaksud lebih ke arah cita-cita, apa yang ingin kita lakukan untuk menghidupi diri kita.

Dulu, saat di TK, masa dimana aku masih imut-imutnya, aku ingin jadi guru. Sosok guru yang membimbingku saat itu amat menyilaukan. Bagiku saat itu, jadi guru adalah tujuan yang mulia dan sangat tepat.

Waktu berlalu, aku semakin dewasa.
Begitu aku naik tingkat jadi murid SD, mimpiku berubah. Aku ingin jadi pembisnis. Melihat ayahku dan kolega-koleganya yang sukses mendorongku untuk menjadi pembisnis dan mencari segala kemungkinan yang ada.

Lalu, warna rokku berubah dari merah menjadi biru, dan tanpa kusadari keinginanku berubah. Hoby menggambarku mendorongku untuk menjadi designer. Dunia fashion saat itu terlihat berkilauan di mataku.

Tapi, seiring bertambahnya umur, aku semakin menyadari sulitnya dunia di luar sana. Aku sadar sesuatu yang dulu bagiku 'pasti bisa', berubah jadi 'mungkin', dan 'tidak bisa'. Aku mulai takut untuk mengambil langkah. Aku melihat banyak temanku begitu yakin akan pilihan masa depan mereka. Sedangkan aku? Aku masih terombang-ambing, tidak yakin akan masa depanku.

Sekarang, aku hanya bisa berusaha sebaikku untuk mendalami apa yang kusuka, dan semoga, saat waktunya tiba nanti aku sudah siap memutuskan.

Monday, June 9, 2014

Death

 Kita semua pasti pernah mengalami apa yang namanya 'kehilangan'. Entah kehilangan barang, kunci, ingatan, tapi saat ini bukan kehilangan macam itu yang mau kubicarakan, melainkan kehilangan seseorang yang berarti dalam hidup kita karena kematian.

Kemarin aku membaca novel "Dia, Tanpa Aku" karya Esti Kinasih. Hari ini aku membaca komik-komik lamaku, salah satunya adalah "Sky" karya Mizutani Ai dan Chaco. Kedua buku itu berisi kisah dimana ada seorang yang meninggal di dalamnya. Entah ini suatu kebetulan atau tidak, hari ini pula sahabatku bercerita tentang masalahnya dan betapa tertekannya dia, sampai-sampai ia berkata berkali-kali bahwa ia ingin mati.

Saat itulah aku berpikir. Kemana orang-orang yang mati pergi?
Aku penganut agama Kristen Protestan dan aku percaya akan Tuhan, juga surga dan neraka. Di satu sisi aku percaya bahwa orang yang meninggal akan pergi, entah ke surga atau neraka, di sisi lain aku ragu akan hal itu.

Apakah orang-orang yang telah pergi juga merasa kehilangan? Apakah mereka bisa melihat kita dari atas sana? Apakah mereka akan terlahir kembali ataukah tidak? Apakah mereka akan hilang begitu saja?

Tidak ada yang tahu pasti. Banyak kepercayaan dan teori yang mengatakan tentang kematian, tapi tidak ada yang tahu pasti, bukan? Aku pun tidak tahu mengenai hal itu, orang yang telah meninggalpun tidak ada yang kembali dan menceritakan pengalaman kematiannya. Jadi, apa kematian itu?

Amerika?

 Amerika. Apa yang kalian pikirkan saat kalian mendengar 'amerika'?
Artis hollywood? Kota-kota keren di film? Penyanyi super beken?
Dulu mungkin aku berpikir begitu, tapi sekarang saat mendengar 'amerika', yang muncul di otakku adalah nama sahabatku (LSV) yang sekarang sekolah dan mungkin akan menetap di sana.

'Wow', 'keren', 'hebat', 'asyik, ya'.
Perkataan-perkataan itu mungkin muncul saat mendengar kalau dia mau ke amerika. Tapi sekarang, rasanya sulit. Mungkin memang selama ini kami juga sulit bertemu dikarenakan rumah kami berjauhan, tapi masih bisa bertemu, kan? Sekarang? Rasanya jadi semakin sulit. Bayangkan, bagaimana caranya aku mau mengunjunginya? Biayanya, man!!

Sekarang, tiap ada masalah, aku tidak bisa menghiburnya langsung. Dan dikarenakan handphone-ku yang tidak terlalu canggih ini, kami hanya bisa bertukar pesan dan voicenote. Rasanya nyesek gitu, lho.

Aku, LSV, dan sahabatku satu lagi (NB) selalu bertiga. Yang paling gak akur itu aku dan LSV, kami paling sering bertengkar, bahkan kami pernah perang bisu selama hampir 1 tahun. Aku akui, aku tidak selalu sependapat dengannya, kadang sikapnya bikin aku sebel dan emosi, tapi dia sahabatku, aku sayang dia tentunya.

Aku cuma bisa mendukung dan menghibur dia lewat hape. Mungkin nanti, begitu tahun ajaran baru sudah dimulai aku tidak bisa selalu ada untuk dia, tapi aku akan selalu berharap yang terbaik buatnya. :)

Best friends never apart, maybe in distance, but never at heart

Sunday, June 8, 2014

Sia-Sia Namun Berarti


Oke, gak sampai 1 jam, aku sudah ngepost lagi. Kalian tahu apa yang terjadi??

Di saat aku sedang serius-seriusnya mengetik post permintaan maaf dari lubuk hatiku yang terdalam, di saat aku mengetik tanda titik terakhir di post ku, dia (sahabatku di post sebelumnya) sudah memaafkanku.

Jadi, apa guna post ku sebelumnya?? :o
Oke, mungkin post ku sia-sia, namun itu berarti, karena itu berisi isi hatiku yang tulus kan? :) kalian setuju?

Jadi, mungkin post ini terkesan tidak penting, tapi aku akan memberikan kalian nasihat ala Fey. Bertengkar itu merusak kesehatan. ._. Oke? Sekian, terima kasih.

Post Pembawa Celaka

Mungkin banyak dari kalian berpikir, apa maksud dari judul di atas.
Sesungguhnya, aku gak akan berpikir seperti itu, kalau tidak ada kejadian yang menimpaku baru-baru ini.

Siapa sangka, hanya karena perasaan yang kutuang dalam blog, seorang sahabatku marah padaku.
Jujur, apa yang kutulis di blog itu merupakan hasil dari emosi sesaat yang bahkan gak kupikirkan ulang, dan itu malah membuat temanku salah paham dan marah padaku.

Sekarang ini, aku meminjam media ini untuk mengatakan kepada sahabatku bahwa aku minta maaf. Karena emosi sesaat pula, maka post itu kuhapus. Banyak tindakan bodoh yang kulakukan, tentunya aku menyesal, tapi post itu sudah tidak bisa kukembalikan lagi. Kalau hal itu membuatmu marah, aku minta maaf. Mungkin aku terkesan bagaimana gitu, karena cuma meminta maaf saja, tapi jujur, cuma ini yang bisa kulakukan.

I'm really sorry if that hurts you, I didn't mean it, and once again, I'm sorry.

What I Wanna Do if I Have a Lover

What I want to do if I have a lover, maybe some of you know this. This is a title from korean song, but now I'm not going to review about this song, but I wanna tell you about what I wanna do if I have a lover.
First thing first, I wanna go to amusement park with him.
Then, I wanna have a couple things with him.
Third, I wanna talk to him until I sleep
Hm..maybe just that, but really, I don't mind if I can't do that, because if I have a lover, I would love to do anything together with him (just for positive things of course).
Maybe some of you think that it sounds like I never have a lover before, yet I have 2 ex-lovers. But really, in fact, even if I already had a lover before, I never go to a proper date, and my relationship itself, I can't say it as dating, because I went backstreet and I never really had anything like other couple did.

Status

Suatu ketika saat aku sedang asyik-asyiknya melihat status-status konyol di facebook aku melihat satu status yang membuatku kepikiran sampai sekarang.
Isinya itu semacam mengatakan kalau cewek yang punya banyak mantan pacar itu cewek gak bener, gitu.

Nah, yang muncul di otakku pertama kali : Banyak kan relatif, ya. Banyaknya berapa ini maksudnya?
Yang kedua : Susah, nih. Nanti gak pernah pacaran dibilang gak laku, tapi kalau sudah punya mantan dibilang gak bener.
Tapiiii, gak bisa dipungkiri kalau memang banyak orang berpikir demikian, aku gak bilang kalau aku berpikir gitu juga, berhubung aku pernah pacaran dan putus juga.

Tapi kenapa bisa gitu? Pernah gak kalian pikir, kenapa cowok yang punya banyak mantan dibilang hebat, tapi cewek yang punya banyak mantan disebut gak bener. Kenapa cowok yang pernah berhubungan sex dianggap *apa ya?* berpengalaman (mungkin), tapi kalau cewek dianggapnya pelacur (eiits..ini bukan berarti aku menyetujui free sex yaa^^).

Jujur, pertanyaan ini muncul saat aku menonton film korea "Emergency Man and Woman" (promosi nih^^), dan langsung terjawab juga. Di film itu ada cewek yang mempertanyakan hal itu dan salah satu tokoh cowoknya menjawab : "Cewek itu ibarat gembok dan cowok itu kuncinya. Saat satu gembok bisa dibuka dengan banyak kunci, gembok itu kehilangan fungsinya, tapi kalau satu kunci bisa membuka banyak gembok, kunci itu akan dianggap sangat berguna"

Bener juga ya. Setuju. :) Tapii, tetap aja, kita memulai hubungan dengan harapan hubungan itu bisa berlangsung sampai dewasa nanti, tapi jika di tengah jalan ada hal yang tidak cocok dan tidak bisa kita terima, tentunya kita pisah dong ya. Lalu kita akan memulai hubungan lagi, dengan harapan yang sama. Tentunya agak mustahil kalau kita berharap memulai satu hubungan yang akan terus berlanjut sampai maut memisahkan, kan?

Cinta

Cinta. Kita semua pasti ngakunya pernah jatuh cinta. .. ada yang gak pernah? Kalau gitu suka, deh (bukan ke benda, tapi manusia). Ada juga yang gak pernah jatuh cinta dan suka? kalau gitu ngefans, mengagumi, atau apalah itu. Kalau gak pernah juga, anda perlu dipertanyakan. :)

Saat kita sudah berhubungan dengan kata ini, pastilah kita jadi bego, bodoh, tolol, bolot, lemot, dan teman-temannya itu. Kenapa kira-kira? Wah, aku juga gak tahu, berhubung aku juga jadi seperti itu kalau sudah menyentuh kata "tertarik", "suka", apalagi "cinta".

Kadang kita tahu kalau suatu hubungan itu gak akan berhasil, tapi kita tetap memaksakannya. Kita berharap kisah-kisah di novel, komik, dan film itu akan terjadi dalam hidup kita. Kita berharap, memimpikan kisah-kisah itu. Kadang hal itu bagus, bisa juga bodoh. Kenyataannya, film, novel, komik itu dibuat manusia, sama seperti kita. Tapi sebenarnya, kalau kita mau berjuang, kenapa nggak? :)

Tapi kadang, ada hal yang bahkan kita perjuangkan sekeras apapun tetap gak akan berhasil. Kenapa bisa? Mana kutahu, aku juga ingin tahu alasannya.

Jadi, sebenarnya apa tujuanku menulis post ini? Ya gak ada, aku cuma ingin mengeluarkan isi pikiranku aja. Pikiranku ruwet, geje, campur aduk, dan perlu dituangkan supaya aku bisa memikirkan hal lain, jadi, kutuang di sini. :3