Remaja itu menurutku gak akan lepas dari apa yang mananya romansa (cieh bahasanya XD). Suka itu biasa. Cinta (monyet) itu normal. Pacaran itu sudah jadi hal umum. Tapi masalahnya sekarang kaum muda sekarang menganggap segalanya serba enteng. Bukan berarti aku menyuruh supaya semua hal harus dianggap sebagai hal yang berat. Bukan!
Kadang kala bagus juga menganggap enteng sesuatu, kadang pun aku seperti itu, contohnya, waktu di sekolah aku tidak sengaja melewati guru 'killer' kesayanganku dengan baju keluar dari sarangnya, seharusnya itu hal besar, nama baikku bisa rusak gara-gara baju seragamku yang bandelnya gak ketulungan ini, tapi toh aku cuek saja, masa bodoh bahasanya.
Yang kumaksud adalah soal PACARAN. Remaja jaman sekarang kadang suka menganggap enteng dan biasa apa yang mereka lakukan. Aku sendiri remaja jaman sekarang, tapi maaf saja, aku masih mempedulikan etika dan moral. Aku sudah melihat (belum dan gak akan mengalami :3) kasus pacaran yang bagiku gak benar.
Saat aku masih SMP (di saat aku masih lugu dan unyu-unyunya :3), di kelasku ada 3 pasang couple (agak nge"inggris" sedikit :3). Waktu itu guru pelajarannya gak masuk, jadilah kelas ramai, ada yang tidur, main, ngobrol, ketawa-ketawa gak jelas, dan lainnya. Aku sendiri saat itu sedang bermain bersama 3 temanku. Tapi apa yang dilakukan 3 couple ini? Mereka duduk berpasang-pasangan di lajur paling ujung untuk pacaran 'bisu'. Maksudnya pacaran bisu adalah, pacaran dimana mereka hanya saling memandang, berpegangan, dan lainnya tanpa ngomong (menurut kamusku). Gak papa sih, aku gak sirik juga, tapi masalahnya gayanya itu lho. Yang satu cuma pegangan tangan sambil saling memandang (oke, bisa diterima). Yang satunya sedang tidur di pundak si cowok (lho, ini SMP lho). Yang satu lagi aku lupa, yang pasti lebih parah.
Saat SMA. Gak usah panjang lebar, ya. Pokoknya aku sudah menemukan 2 pasangan yang sedang pacaran di pojokan perpus, dan salah satunya bahkan sampai berpelukan di sana. Lalu, aku juga pernah melihat si cowok didatangi si cewek, lalu si cewek memeluk si cowok, di perpustakaan! Di tengah-tengah lautan manusia! (lho? ini film korea ato apa ya?)
Nah, inilah. Aku gak tahu apa pikiranku terlalu 'tua' atau gimana, yang pasti aku gak setuju dengan cara pacaran kayak begini. Pacaran itu proses untuk saling mengenal supaya bisa diteruskan ke jenjang yang lebih tinggi. Bukan buat mesra-mesraan. Nanti kalau si tersangka diingatkan jawabannya "cuma gitu aja lho". Ini yang gak bener. Apa jadinya kalau semakin maju jaman, para remaja muda ini menganggap semua serba biasa. Awalnya pelukan itu biasa, nanti ciuman itu biasa, lalu raba-raba'an itu biasa, merambah ke seks itu biasa, nanti sampai hamil pun bisa jadi biasa! Nanti kalau hamil jawabannya berubah dari "cuma gitu aja lho", jadi "bisa aborsi aja lho".
Kacau, kan? Entah darimana mereka terinspirasi gaya pacaran seperti itu. Pantas aja sekarang banyak perceraian. Gimana enggak? Saat pacaran dibuat untuk bermesra-mesraan sampai muntah, lalu saat sudah nikah baru ketahuan pribadinya gimana. Salah, dong! Pacaran untuk saling mengenal lebih dalam, bukan berarti tidak boleh bermesraan, tapi ciptakan batas.
Ini Indonesia, bukan Amerika. Kalau kalian mau gaya pacaran ala sana, silahkan pindah negara.
*post ini hanya seruan hati terdalam dari seorang cewek tanpa ada maksud untuk menghina :3